Pelatihan dan Implementasi Kompos Kotoran Ayam Dan Bekas Maggot (Kasgot) Di Kelompok Tani Suka Maju Kabupaten Langkat
Kata Kunci:
kompos, kotoran ayam, maggot, pupuk organik, pertanian berkelanjutan, Kabupaten LangkatAbstrak
Permasalahan utama yang dihadapi oleh Kelompok Tani Suka Maju di Kabupaten Langkat adalah ketergantungan tinggi terhadap pupuk kimia sintetis yang berdampak pada peningkatan biaya produksi dan degradasi kualitas tanah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan implementasi pembuatan kompos dari kotoran ayam dan bekas media budidaya maggot (Kasgot) sebagai alternatif pupuk organik berkualitas. Metode pelaksanaan meliputi tahapan penyuluhan, pelatihan pembuatan kompos, demonstrasi plot, dan pendampingan aplikasi di lahan pertanian. Kegiatan diikuti oleh 30 anggota kelompok tani dengan pelaksanaan selama 3 bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi kompos Kasgot dengan kualitas baik (C/N rasio 15-20, kandungan N 2,5-3%, P 1,8-2,2%, K 1,5-2%) dalam waktu pengomposan 21-28 hari. Implementasi kompos Kasgot pada tanaman hortikultura menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 25-30% dibandingkan kontrol, penurunan biaya pemupukan sebesar 40%, serta perbaikan struktur dan kandungan bahan organik tanah. Tingkat adopsi teknologi mencapai 85% dengan keberlanjutan produksi kompos oleh kelompok tani. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan petani dalam pengelolaan limbah organik, dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan di Kabupaten Langkat.
Referensi
Asy’ari, T.S. et al. (2024) GoTrash: Budidaya maggot sebagai pakan ikan dan pupuk untuk alternatif pengelolaan sampah skala rumah tangga. Guepedia.
Bahari, D.I. et al. (2025) ‘Analisis Pengaruh Pertanian Berkelanjutan terhadap Ketahanan Pangan di Daerah Perdesaan’, Jurnal Kolaboratif Sains, 8(2), pp. 1231–1238.
Kaswinarni, F. and Nugraha, A.A.S. (2020) ‘Kadar fosfor, kalium dan sifat fisik pupuk kompos sampah organik pasar dengan penambahan starter EM4, kotoran sapi dan kotoran ayam’, Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 12(1), pp. 1–6.
Purwanto, R.A.P. et al. (2024) ‘Teknologi Biokonversi Sampah Organik Dengan Maggot Black Soldier FLY (Hermetia illucens) Dan Pemanfaatan Bekas Maggot Sebagai Pupuk Organik’, Teknologi Pertanian Dalam Mendukung Pertanian Yang Maju Dan Berkelanjutan, 56.
Sari, G.L. et al. (2022) ‘Analisis Karakteristik Maggot dan Kasgot yang dihasilkan dari Proses Biokonversi Sampah Organik pada Bank Sampah Desa Bengle, Karawang’, Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan, 8(1), pp. 1–7.
Siregar, D.J.S. et al. (2023) ‘Pemanfaatan Limbah Organik Terhadap Produksi dan Kandungan Nutrisi dari Larva Lalat (Hermetia illucens)’, in Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS, pp. 664–671.
Siregar, D.J.S. (2024) ‘EVALUASI NUTRISI PAKAN BS DAN PROBIOTIK DARI BIOAKTIFATOR SUBSTRAT ORGANIK BEKAS MAGGOT (KASGOT) SEBAGAI PAKAN AYAM KAMPUNG’, Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(7), pp. 4559–4568.
Siregar, D.J.S. (2025) ‘Sosialisasi dan Implementasi Sistem Produksi Maggot Skala Rumah Tangga untuk Peternak Ayam Kampung Di Kelompok Tani Suka Maju Kabupaten Langkat’, Jurnal Abdimas HAWARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), pp. 38–48.
Siregar, D.J.S., Setyaningrum, S. and Warisman, W. (2022) ‘OPTIMIZATION OF MAGGOT (HERMETIA ILLUCENS) USING HOUSEHOLD WASTE MEDIA ON ECONOMIC ANALYZING OF NATIVE CHICKEN AT STARTER PERIOD’, in Proceeding International Conference Keputeraan Prof. H. Kadirun Yahya, pp. 151–156.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







