Prediksi dan Pemodelan Kualitas Udara Menggunakan Random Forest dan Gradient Boosting Jakarta

Studi Kasus : Jakarta dan Tangerang

Penulis

  • Afdan Rivaldi Universittas Bina Sarana Informatika
  • Alif Ramadhani Universitas Bina Sarana Informatika
  • Iqbal Ramadhan Universitas Bina Sarana Informatika
  • Yamin Nuryamin Universitas Bina Sarana Informatika
  • Ade Priyatna Universitas Bina Sarana Informatika

Kata Kunci:

PM2.5, kualitas udara, machine learning, Random Forest, Gradient Boosting

Abstrak

PM2.5 menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas udara di wilayah perkotaan karena sensitif terhadap aktivitas transportasi, industri, serta dinamika pertumbuhan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola PM2.5 di Jakarta dan Tangerang serta membangun model prediksi berbasis machine learning. Data Jakarta (2021–2025) dan Tangerang (2020–2023) melalui proses pembersihan, imputasi nilai hilang, normalisasi, dan penyelarasan struktur. Rekayasa fitur diterapkan untuk memperkuat karakteristik temporal sebelum model Random Forest dan Gradient Boosting dilatih dengan rasio 80:20. Evaluasi menggunakan R², RMSE, dan MAE menunjukkan bahwa konsentrasi PM2.5 di Jakarta cenderung lebih tinggi dan berfluktuasi. Gradient Boosting memperoleh performa paling konsisten, sedangkan analisis feature importance mengidentifikasi PM10 dan NO₂ sebagai variabel paling berpengaruh. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan machine learning mampu meningkatkan efektivitas pemantauan kualitas udara dan mendukung strategi pengendalian polusi yang berbasis data.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Gupta, P., et al. (2021). Machine Learning Models for PM2.5 Prediction in Urban Regions. Atmospheric Environment.

Hu, J., & Ying, Q. (2020). Air Quality Modeling Using Ensemble Learning Techniques. Environmental Pollution.

Feng, Y., et al. (2022). Random Forest-Based PM2.5 Forecasting in Metropolitan Areas. Environmental Research.

Zhao, X., et al. (2023). Gradient Boosting for Air Pollutant Prediction. Journal of Cleaner Production.

Sun, L., et al. (2021). Predictive Modeling of PM10–PM2.5 Interactions Using Machine Learning. Atmospheric Pollution Research.

Rini, D., et al. (2020). Studi Polusi Udara Jakarta Menggunakan Analisis Statistik. Jurnal Teknologi Lingkungan.

Chen, Z., et al. (2021). Missing Data Imputation in Air Quality Monitoring Systems. Environmental Modelling & Software.

Li, M., et al. (2022). Temporal Feature Engineering for Air Pollution Forecasting. Environmental Science & Technology.

Wang, S., et al. (2024). Feature Selection Methods for Atmospheric Pollutant Prediction. Applied Sciences.

Putra, H., et al. (2023). Evaluasi Kualitas Udara Jabodetabek Menggunakan Pembelajaran Mesin. Indonesian Journal of Computing.

Unduhan

Diterbitkan

21-12-2025

Cara Mengutip

Rivaldi, A., Ramadhani, A., Ramadhan, I., Nuryamin, Y., & Priyatna, A. (2025). Prediksi dan Pemodelan Kualitas Udara Menggunakan Random Forest dan Gradient Boosting Jakarta: Studi Kasus : Jakarta dan Tangerang. Jurnal Nasional Teknologi Komputer, 5(4), 1149–1157. Diambil dari https://publikasi.hawari.id/index.php/jnastek/article/view/328

Terbitan

Bagian

Artikel