Pengaruh Penyesuaian Rating Fuse Cut Out (FCO) Percabangan terhadap Penurunan Frekuensi Gangguan Tegangan Menengah pada Penyulang TPN06 ULP Rantau UP3 Barabai
Kata Kunci:
Fuse Cut Out (FCO), selektivitas proteksi, keandalan penyulang, jaringan tegangan menengah, koordinasi proteksi.Abstrak
The reliability of medium-voltage (MV) distribution networks is strongly influenced by the performance of protection systems, particularly Fuse Cut Outs (FCO) installed at feeder branches. TPN06 feeder at PT PLN (Persero) ULP Rantau, with a total network length of 15 km and 23 distribution transformers, experienced a high disturbance frequency during August–September 2024, with 8 recorded Auto Reclose Ground Fault (AR GF) incidents. Initial evaluation revealed that most installed FCO ratings were not aligned with the actual branch load currents. Several FCOs were found to be overrated, including Pulau Kutil (4 A adjusted to 2 A), Balai Pesona (4 A to 2 A), Sei Impat (4 A to 2 A), PR Binderang (4 A to 2 A), Jati Makmur (5 A to 2 A), Budi Mulya (5 A to 3 A), and Lokpaikat (25 A to 12 A), while only Bitahan (3 A) and PR Permata (2 A) were appropriately rated. This study aims to evaluate the effectiveness of FCO rating adjustments based on actual load current measurements and three-phase apparent power calculations at 20 kV. The methodology includes disturbance data analysis, peak load current measurement using an ampere clamp, and branch current calculation. The results indicate that adjusting FCO ratings improved protection selectivity and coordination, enabling better fault localization at branch levels. Following the adjustment at the end of September 2024, the disturbance frequency significantly decreased during October–November 2024, reaching zero incidents.
Unduhan
Referensi
Nugroho, W. A., Facta, M., & Karnoto. (2014). Koordinasi penempatan peralatan proteksi jenis arus lebih (OCR) dan pelebur (FCO) di penyulang 20 kV dari GI 150/20 kV Mrica Banjarnegara. TRANSIENT, 3(4).
Arya, K., Manuhuttu, R. L., & Jamlay, M. (2020). Analisa perbandingan pemakaian fuse cut out (FCO) dan tidak memakai fuse cut out (FCO) pada penyulang percabangan Rijali terhadap energy not served (ENS). Jurnal ELKO.
Yusmartato, Nasution, R., & Armansyah. (2019). Pemilihan fuse cut out untuk pengaman transformator distribusi 400 kVA. Journal of Electrical Technology, 4(2), 73–79.
Pratama, R. B., Wibowo, P., & Anisah, S. (2025). Analisis pengaruh penggantian konduktor pada saluran udara tegangan menengah 20 kV terhadap drop tegangan di PT. PLN (Persero) UP3 Bangkinang. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN), 5(2).
Agustina, A., Anisah, S., & Tarigan, A. (2025). Analisa hasil pemeliharaan shutdown testing dengan alat uji Omicron CMC356 pada relay distance bay line 150 kV Jantho di GI Sigli. Journal of Electrical and System Control Engineering, 8(2).
Jaya, A., Wirentake, & Priyanto, M. (2019). Analisis rugi daya dan rekonsiliasi energi jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV pada penyulang Nijang. Jurnal Tambora, 4(3).
Galla, W. F., Sampeallo, A. S., & Daris, J. I. (2020). Analisis gangguan hubung singkat pada saluran udara 20 kV di penyulang Naioni PT. PLN (Persero) ULP Kupang untuk menentukan kapasitas pemutusan fuse cut out menggunakan ETAP 12.6. Jurnal Media Elektro, 101–111.
Hidayat, M. A. (2021). Evaluasi sistem proteksi pada jaringan tegangan menengah Kabupaten Kepulauan Selayar. Dewantara: Jurnal Teknologi, 1(2), 23–28.
Billinton, R., & Allan, R. N. (1996). Reliability evaluation of power systems. Plenum Press.
Billinton, R., & Wang, P. (1998). Reliability network equivalent approach to distribution system reliability evaluation. IEEE Proceedings – Generation, Transmission and Distribution, 145(2).
Mazidi, P., & Sreenivas, G. N. (2013). Reliability analysis of a radial distributed generation distribution system. International Journal of Emerging Electric Power Systems, 3(2).
PT PLN (Persero). (2010). Rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2010– 2019. Jakarta.
PT PLN (Persero). (1983). SPLN 52-3: Pola pengamanan sistem, bagian tiga: Sistem distribusi 6 kV dan 20 kV. Indonesia.
Departemen Pertambangan dan Energi. (1985). SPLN 59: Keandalan pada sistem distribusi 20 kV dan 6 kV. Jakarta.
PT PLN (Persero). (1985). SPLN No. 64: Petunjuk pemeliharaan dan penggunaan pelebur pada sistem distribusi tegangan menengah. Jakarta.
Suhadi, & Wrahatnolo, T. (2008). Teknik distribusi tenaga listrik (Jilid 1). Departemen Pendidikan Nasional.
Kurniawan, A. S., Tarigan, A. P., & Hamdani. (2025). Analisis perubahan pola operasi terhadap susut tenaga listrik sistem distribusi PLN ULP Imandi. Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Harianja, R., Tarigan, A. S. P., & Anisah, S. (2025). Pengaruh pemeliharaan predictive maintenance terhadap kinerja sistem distribusi di wilayah rawan gangguan.
Tirza, N., & Syahrial. (2013). Perhitungan Setting Rele OCR dan GFR pada sistem Interkoneksi Diesel Generator di Perusahaan “X” (hal.76-85). Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Ridho, M., Siagian, P., & Tharo, Z. (2024). Analisis frekuensi gangguan terhadap kinerja sistem proteksi gardu induk 150 kV Siempat Rube.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
HAK CIPTA
Hak cipta atas artikel apapun pada Jurnal Nasional Teknologi Komputer (JNASTEK) dipegang penuh oleh penulisnya dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Penulis mengakui bahwa Jurnal Nasional Teknologi Komputer (JNASTEK) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License - CC BY-SA.
2. Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Nasional Teknologi Komputer (JNASTEK).
LISENSI
Jurnal Nasional Teknologi Komputer (JNASTEK) diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.














